Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Sepasang Sayap di Jendela (1)
7
Suka
15,959
Dibaca

Tidak ada yang aneh petang itu. Tidak ada sosok hantu, bayangan, atau semacamnya seperti yang dikatakan manusia-manusia aneh di luar sana. Manusia-manusia tidak berhati mulai berdiri di depan jendela. Mata mereka menelisik diiringi dengan suara berisik. Mata manusia-manusia–tidak, aku lebih suka menyebutnya sebagai kumpulan binatang–binatang jalang.

“Kerasukan setan ya?” tanya salah seorang di antara mereka–tidak jelas yang mana.

“Bukan, itu gila namanya!” pungkas yang lain.

“Iya. Kasihan ya. Dulu dia berbakat melukis, tapi sejak malam itu, dia jadi gila!” tambah yang lain belum mau berhenti.

Manusia-manusia bermulut harimau itu mundur. Liur dan uap sisa napas mereka membekas di jendela, menjijikan.

Nona tidak peduli. Dia memang tidak peduli pada apapun, pada rambutnya yang berantakan, entah kapan terakhir kali menyisir, keramas pun rasanya sudah tidak pernah. Tubuh Nona kecil, kian hari kian kurus. Dia jarang makan belakangan ini, bahkan nyaris tidak mau.

Dulu Nona adalah gadis yang sangat cantik. Senyumnya merekah tiada henti, terlebih ketika dia berhasil menyelesaikan lukisan pertamanya, sepasang sayap berwarna merah. Sayap yang selalu dipeluknya dalam tidur dan diajak bicara layaknya sahabat. Sayap yang dipercayanya dapat mengantarkan Nona dan ibu ke surga menemui bapak.

Kini semua berubah, Nona mengabaikan semua. Sampah berserakan di sudut ruangan, sarang laba-laba memenuhi langit-langit, tinta-tinta yang sudah kering mewarnai lantai, bahkan debu menumpuk di setiap permukaan benda.

Nona menatapku. Sementara aku tak bergerak. Aku adalah satu-satunya saksi kejadian itu, saat Nonaku kehilangan hal penting dalam hidupnya–yang membuatnya menjadi gila seperti sekarang.

Ada nanar di tatapan Nona. Beberapa saat nanar itu berubah jadi amarah. Satu-satunya hal yang ingin dia dengar dariku adalah kesaksianku.

Ah, aku tidak bisa, tidak akan mungkin bisa.

“Kamu tak akan pernah bisa jadi saksi. Tidak masalah. Aku tak butuh saksi. Aku akan jadi hakim dan Tuhan di dunia ini. Akan kuhukum orang-orang jahat itu dengan tanganku sendiri!”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Sepasang Sayap di Jendela (1)
Atsuka D
Skrip Film
The Masterpiece
Kanina Anindita
Novel
Sang Pemangsa di Gunung Lawu
Xie Nur
Cerpen
BOM
Rian Widagdo
Novel
Keben
hyu
Novel
Wie der herannahende Sturm
Lyle Rivulet
Cerpen
Bronze
Algojo Darah Kembali Menuntut Keadilan
Eldoria
Novel
IDENTITY
Nana Tauran Sidik
Cerpen
MORTALIS
KIN DOUTZEN
Novel
It's Me, April
Elhassaries
Cerpen
Makhluk Tanah
Galang Gelar Taqwa
Flash
Sepeninggal Si Bungsu
Reni Refita
Komik
Anomali
nadim sulthan
Novel
99 Ways To Ruin My Life (Feat. a Buron)
amelia
Cerpen
Dogma
Linggarjati Bratawati
Rekomendasi
Flash
Sepasang Sayap di Jendela (1)
Atsuka D
Novel
Bronze
Mbok Kirah
Atsuka D
Flash
Perempuan yang Dipeluk Cemburu
Atsuka D
Skrip Film
T(EAR)IMISSU
Atsuka D
Flash
Sebentar, Nak, Ada yang Belum Pulih
Atsuka D
Novel
Bronze
Ugly But Lovable
Atsuka D
Flash
Yang Dibunuh Dunia
Atsuka D
Flash
Ketika Iblis Tak Lagi Bermata Satu
Atsuka D
Flash
Bacot!
Atsuka D
Flash
Sepasang Sayap di Jendela (2)
Atsuka D
Novel
Aku Anak Ibuku Tapi Bohong
Atsuka D