Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Kisah Awak Sekoci
6
Suka
16,121
Dibaca

Kapal feri yang saya tumpangi karam begitu saja, penyebabnya adalah sebuah kebakaran yang entah darimana asal muasalnya. Aku yang berada di dalam bar kecil, bisa dengan mudah menyelamatkan diri-menaiki sekoci yang telah disediakan oleh kapal ini. Kobaran api menyebar begitu cepat, korban yang selamat hanya terdiam, ada yang menangis lalu menjerit sekencang-kencangnya sebab sanak keluarga atau temannya tidak sempat menyelamatkan diri dan berakhir menjadi korban jiwa.

Aku tidak sendirian di sekoci ini, ada dua orang yang turut bersamaku. Pertama adalah pemuda berusia 25 tahun yang harus berpisah dari rekannya, dia pula yang pertama kali menyuguhkan sekoci untuk kami. Yang kedua adalah pria berumur 28 tahun dengan tubuh tinggi tegap layaknya seorang prajurit.

"Mengerikan, ya? Untung ada yang selamat," ujarku di sekoci ini, hanya melelehkan suasana yang kaku.

Pria berumur 28 tahun hanya mengangguk. "Untung saya selamat. Jika diriku tidak selamat, mungkin arwahku tidak tenang karena anak dan istri yang menunggu kedatanganku di sebrang kota sana."

"Sudah berkeluarga, ya?" tanyaku kepada pria itu.

"Sudah, anakku baru satu dan masih berumur dua tahun. Dia akan tumbuh menjadi wanita cantik seperti ibunya. Bagaimana dengan Tuan sendiri?"

"Saya masih nyaman melajang."

Kami kembali terdiam, membiarkan sekoci ini terombang-ambing menanti pertolongan dari Tim SAR. Perlahan-lahan angin laut mulai mengirimkan hawa dingin dengan hembusannya yang halus dan gemulai.

"Ingin merokok, Tuan?" tawar pemuda berusia 25 tahun.

"Terimakasih. Jika tidak keberatan, bolehkah saya minta korek api? Korek apiku tiba-tiba lenyap entah ke mana."

"Maaf Tuan, tapi korek api anda saya ambil untuk membakar dua teman saya. Tapi, malah saya membakar puluhan nyawa, mungkin," ujar si pemuda.

Aku dan pria bertubuh tegap hanya tertegun mendengar ucapan itu. Dan sepertinya kami berdua harus mengawasi gerak-gerik pemuda ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Kisah Awak Sekoci
Suci A.D.T
Cerpen
Sasab
Topan We
Novel
Bronze
Mereka yang Dipanggil Monster
IyoniAe
Flash
SAKSI YANG TERLUPAKAN
zanu ariska wakhida ainia
Novel
DIALOGUE
Icha Trezna
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia
Skrip Film
DILATASI
Albert Stefanus
Cerpen
Tiwah
Astromancer
Flash
Bronze
Aroma
Afri Meldam
Novel
Bronze
Kota Angera
May Hatte
Flash
Linked Memories
Cornelius Zii
Skrip Film
Ramuan Kelimut
Priy Ant
Flash
Disemayamkannya Pelacur Gila Itu
Deny Pamungkas
Novel
Bronze
The Last Winter
Mell Shaliha
Cerpen
Bronze
Titik Tali Terakhir
Zahran Taufiq Ridwan
Rekomendasi
Flash
Kisah Awak Sekoci
Suci A.D.T
Flash
Ucang-ucang Anggè
Suci A.D.T
Flash
Balon
Suci A.D.T
Flash
Astral
Suci A.D.T
Novel
Marga Kuromori
Suci A.D.T