Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
SUARA LEBAH
15
Suka
27,657
Dibaca

Perut kenyang, cuaca mendukung. Tidak ada hal lain yang ingin Susi lakukan selain tidur sampai jam istirahat berakhir. Tapi baru saja matanya terpejam, terdengar suara ribut seperti gaungan lebah. Sungguh memuakkan!

“Beneran, Rin?”

Susi melirik tak minat pada kerumunan lebah.

“Serius! Ana yang bilang sendiri ke aku sebelum dia pingsan,” ujar seorang wanita muda yang dipanggil Rin. Meyakinkan sekali. Tanpa sumpah, dia seolah berani bertaruh tersambar gledek di siang bolong.

Susi tidak kenal dia. Apalagi sampai tahu bekerja di area apa. Yang dia tahu, wanita itu tampak begitu menikmati menjadi pusat perhatian. Susi menyebutnya sebagai si Ratu Lebah.

“Apa, sih?” Ninda menyodok pinggang Susi. Penasaran.

“Tau!” Susi menyahut ketus.

“Ada penampakan katanya,” Isna yang menjawab.

“Penampakan? Di mana?”

“Area proses sih katanya.”

Susi mencibir, menggeleng pelan dan kembali memejamkan mata. Berusaha merayu lena agar menyumbat suara lebah di telinga.

“Ayo! Sepatunya digantung! Tata yang rapi!”

“Seragamnya dimasukin!”

Suara para petugas ruang ganti seperti tak kenal lelah. Tidak pula ambil pusing saat dikatai cerewet. Itu memang tugas mereka.

Sesudah Susi, Ninda dan Isna selesai memakai seragam, mereka menuju ruang sepatu boot. Dengan seragam lengkap, hanya tinggal bagian mata dan telapak tangan saja yang terlihat. Jika tidak lengkap, tentu saja dilarang masuk ke area kerja.

Susi berjalan yang paling akhir. Sedang Ninda dan Isna sudah menghilang di balik pintu bertirai plastik. Susi melangkah agak tergesa dan berusaha tidak bertabrakan dengan pekerja yang berlalu-lalang. Tapi saat hendak mencapai pintu, langkah Susi terhenti.

Diantara para pekerja yang sibuk, menyelip seorang wanita yang tidak mematuhi aturan. Wanita itu berambut sebahu, mengenakan dress putih tulang dan bertelanjang kaki. Berdiri membelakangi posisi Susi berada.

Susi bermaksud menegur, tapi urung. Dia merasa itu bukan urusannya, melainkan pengawas area. Susi pun kembali melangkah.

Namun, baru beberapa langkah, dia berhenti lagi. Keringat dingin terasa mengucur di balik seragam kerjanya. Otaknya kian melambat. Sedang suara-suara lebah bergaung dalam kepalanya. Hingga kemudian menjadi gelap. Susi tak sadarkan diri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Horor
Novel
Permainan Maut Warisan
M.G. Rosana
Flash
SUARA LEBAH
Katangga
Flash
Bronze
Satu (1)
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Aku Tidak Sakit
Christian Shonda Benyamin
Flash
Sosok yang Lain
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Balik Jendela
Eka zulianti
Flash
Menjelang Kiamat
Rere Valencia
Novel
ILAFAT
Topan We
Novel
Bronze
DIA ADA DI APARTEMEN
Embart nugroho
Novel
Warisan Gelap Penebusan Darah
Achmad Wahyudi
Novel
Bronze
Devil
Katia
Cerpen
Bronze
Pembalasan Untuk Ibu ( part 1 )
Nabilla Shafira
Flash
Reminisce You, Rossi
Fann Ardian
Cerpen
Bronze
Dosa Kalian, kuampuni
Novita Ledo
Cerpen
Bronze
Firasat
Sekarmelati
Rekomendasi
Flash
SUARA LEBAH
Katangga
Flash
Kopi & Gorengan
Katangga
Cerpen
Modus Operandi
Katangga
Flash
PONSEL
Katangga
Flash
PETELOT (PENSIL / INDO)
Katangga
Flash
Kalau Bukan Jodoh
Katangga
Flash
CERMIN ANTIK
Katangga
Flash
BUJANGAN BAJINGAN
Katangga
Flash
SHAMPOO
Katangga
Flash
PETELOT (Jawa)
Katangga
Novel
Bronze
A Deal with The Devil
Katangga