Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Kepada Mantan Kekasihku
13
Suka
23,858
Dibaca

Halo. 

Sarah ada? 

Hai, apa kabar? 

Semoga kau baik-baik saja.

Maaf, sudah lama aku tidak menghubungimu. Aku sama sekali tidak bermaksud mengabaikanmu, tapi aku perlu menata hati setelah kita memutuskan berpisah. Dan ternyata, menatanya tidak semudah yang kuduga. Sulit—sangat sulit, justru. Dukaku masih belum sembuh sampai sekarang. Aku tidak tahu lagi bagaimana mengatasinya.

Sarah, beberapa hari lagi, dengan izin Tuhan, aku akan mengunjungi Yogyakarta—kota kita pernah berbagi cerita. Aku sebenarnya enggan mengatakannya, tapi bisakah kita bertemu? Aku benar-benar merindukanmu. Aku rindu segala yang biasa kita lakukan bersama. Semoga kamu tidak keberatan jika aku terus menyimpannya sebagai kenangan indah.

Apakah kau ingat, saat kita berbagi malam dengan sepiring gudeg di angkringan Malioboro? Jika terkenang senyummu kala itu, jantungku masih berdegup lembut, dan mataku panas menahan haru—apalagi ketika musisi jalanan menyanyikan bait pertama “Tak Bisa ke Lain Hati” dan aku memberi lima ratus perak sebagai imbalan. Seraya menahan tawa kau berkata, mana mau dia, paling tidak dua ribu, lalu menyesap segelas es teh karena tidak sengaja menggigit cabai utuh. Kamu benar, si pengamen menyerahkan koin pemberianku kepada pemilik warung. Aku kesal, tapi bara di dada langsung reda seketika saat melihat wajah lucumu yang memerah karena kepedasan. 

Aku tidak tahu lagi harus bagaimana mengatasi penyesalan yang selama ini menghantuiku. Kenapa kita harus berpisah—membuang cinta yang sekuat tenaga kita bina? Jika dipikirkan kembali, masalahnya tidak sebesar itu sampai kita harus berselisih jalan. Betapa bodohnya aku. Kau merawatku yang seharusnya merawatmu. Kau menjagaku yang seharusnya menjagamu. Andai saja aku lebih bijaksana, mungkin segalanya akan berbeda. Percayalah, aku sudah berusaha, tapi sekuat apa pun, aku tidak pernah mampu melepaskanmu. Meskipun perih, aku tak mau melupakan kita. Aku selalu ingin kembali. 

Halo. Sarah. Kamu masih di sana?

Sekali lagi, maaf jika aku mendadak menghubungimu, aku berharap masih ada kesempatan—meski untuk terakhir kali. Sungguh. Aku hanya ingin bertemu dan memandang wajahmu. Kau tentu sudah bahagia, bukan? Setelah sekian lama berlalu, kau pasti sudah melupakanku. Aku sebenarnya takut, suaraku membuka lagi luka lama yang susah payah kaubebat. Aku takut kau malah semakin membenciku. Namun, sungguh, aku tidak punya waktu lagi. Sebenarnya, ada tumor mengakar di pankreasku. Setelah menjalani operasi yang sulit dan menyakitkan—dan harus kehilangan sebagian besar berat badan, aku hanya punya sedikit waktu—tidak sampai tiga bulan. Kata dokter, aku harus segera menyelesaikan urusanku di dunia. Akan tetapi, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, selain dan hanya kamu. Sebentar saja, sudikah menemaniku? Aku mencint—

[Nomor yang Anda tuju sedang dialihkan.]

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
cerita
Nurul ratna sari
Flash
Kepada Mantan Kekasihku
Rafael Yanuar
Novel
NYAMAN
Marshchellow
Novel
When Fate Brought Us Together
Raffa Akbar
Skrip Film
For my twin
Widayanti
Flash
Kau Irama, Aku Geraknya
imagivine
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Novel
MY BOSS MY HUSBAND
Anna nurfadillah
Novel
Kehidupan sekolah
fabian
Cerpen
Bronze
Gemini versus Virgo
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Cardiff Sunshine
Britania Dwihana
Flash
Tak sama
Anisa Dhea Pratiwi
Novel
Aku Kamu Dan Cinta
Surya Santosa
Novel
Our Violet Cruise
Wachyudi
Skrip Film
Cahaya untuk Surya
Ghesna Larasati
Rekomendasi
Flash
Kepada Mantan Kekasihku
Rafael Yanuar
Novel
Sampai Jumpa Besok
Rafael Yanuar
Flash
Ternyata Aku Masih
Rafael Yanuar
Flash
Dunia dalam Tas
Rafael Yanuar
Novel
Jalan Setapak Menuju Rumah
Rafael Yanuar
Flash
Sepayung Berdua
Rafael Yanuar
Flash
Di Perpustakaan
Rafael Yanuar
Novel
Cakrawala yang Sunyi
Rafael Yanuar
Novel
Perjalanan Semusim
Rafael Yanuar
Flash
Janji Santiago
Rafael Yanuar
Flash
Warna Pelangi
Rafael Yanuar
Flash
Aku Tak Ingin Mati Seperti Ini
Rafael Yanuar
Flash
Manusia Pertama
Rafael Yanuar
Cerpen
Rehat Sejenak
Rafael Yanuar
Flash
Ding Dong, Bioskop, dan Kafe
Rafael Yanuar