Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Kakak
8
Suka
16,505
Dibaca

Gadis itu meneleponku. Katanya, "Tolong! Kakak! Aku terjebak. Apinya udah sampai lantai dua. Kakak!"

Aku keluar dengan tergopoh-gopoh. Langkahku goyah, menahan pusing dan mual karena panik. Di belakang rumah, seingatku ada kolam renang dan taman bermain penuh ayunan dari ban bekas.

Jadi, kubilang, "Naik ke lantai paling atas! Di sana, ada jendela besar. Keluar dari sana! Lompat ke kolam belakang!"

Aku mencari-cari kunci mobil di nakas, menyalakan lampu di sebelah kiri tongkat satpam, lalu mengambil ponsel lama.

Polisi! Atau pemadam kebakaran?

Kuputuskan untuk menghubungi keduanya saat gadis itu berteriak, "Kakak, lantai dua penuh api. Tangga ke lantai empat terhalang lemari. Kemarin nggak ada lemari di situ."

"Dorong lemarinya!" seruku sambil memundurkan mobil dengan tergesa-gesa. Halaman ini tidak segelap biasanya, tapi tetap saja mobilku menabrak tiang dan beberapa tanaman.

Gadis itu berkata lagi beberapa menit kemudian, "Lemarinya udah didorong. Aku ada di lantai empat. Kakak udah sampai mana?"

"Oke, naik ke lantai lima! Kakak mau berangkat."

Terdengar bunyi samar dari balik telepon, seolah sesuatu membentur sesuatu. Kayu menabrak besi. Seseorang mungkin terjatuh. Gadis itu berteriak.

Aku berusaha mengabaikannya. Dengan sedikit gugup, kusingkirkan ponselku yang satunya lagi, berharap para pemadam atau polisi atau siapalah bisa sampai ke rumah itu lebih dulu.

"Kakak!"

Mobilku menabrak pembatas jalan. Tanganku mendadak kebas begitu saja.

"Kapan Kakak sampai? Panas. Aku nggak bisa dengar apa-apa selain barang jatuh sama api."

"Tunggu—"

"Apa? Apa? Kakak bilang apa? Aku jatuh dari tangga, Kak. Tangganya licin. Basah. M-minyak? Sekarang tangganya udah kena api. Kakak, selain jendela, ada cara lain bu—"

Lalu sambungan terputus.

Detak jantungku seakan ikut berhenti, tapi kemudian ... perlahan sesuatu kelihatan lebih baik. Semua akan kembali seperti semula.

Yah. Meski tiang di belakangku roboh, ban ayunan menggelinding ke kolam, dan teriakan gadis itu seolah tertahan di udara ... semua sudah selesai. Kutatap pos sekuriti untuk terakhir kali, kemudian halaman belakang yang menyala terang karena api. Ketika akhirnya terdengar bunyi sirene, kubuang ponsel lamaku dan beberapa botol berisi bahan bakar, lalu aku melaju pergi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Kakak
Rimadian
Novel
Pramuria (Waitress)
Awang Nurhakim
Cerpen
Belang Yang Dikenang
Fazil Abdullah
Flash
Sedalam Cintamu Padaku
Fitri F. Layla
Flash
Bronze
Tanpa Kompromi
Rere Valencia
Skrip Film
Traumatic Labyrinth (Script)
Revia
Cerpen
DUA GELAS DAN PROFESI MAMA
Wafa Nabila
Cerpen
Bronze
Paris, 4 Mei
Rere Valencia
Novel
Gold
Fantasteen: Kutukan Naskah Drama
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Tumpah Darah
Bisma Lucky Narendra
Novel
Bronze
Death Pictures
Herman Sim
Novel
Bronze
Eagle Dust
I. Majid
Flash
Si Novelis Berjenggot
Dita Xian
Flash
Janji Palsu di Sudut Jalan Kenangan
kutipan.izs
Flash
Kejar!!!
Rexa Strudel
Rekomendasi
Flash
Kakak
Rimadian
Flash
Dia Seharusnya Mau Melihatku
Rimadian
Flash
Aku, Dia, dan Benda-Benda yang Bisa Berbicara
Rimadian
Flash
Monster-Monster di Jendela
Rimadian
Flash
Kami, Kumpulan Tidak Normal
Rimadian
Flash
Satu Lembar Kertas
Rimadian