Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Surat Rindu Untuk Ibu
12
Suka
39,075
Dibaca

Sejuk semilir angin menerpa wajahku. Aku duduk bersama ibuku sembari menatap lurus jalanan dari balkon kamar rawat inap lantai dua rumah sakit—tempat ibuku dirawat selama dua hari ini.

Kepalaku menoleh, melihat wajah ibuku yang terlihat memucat dan semakin kurus kian hari. Sorot matanya tampak memandangi setiap kendaraan yang sedang melintasi jalanan, seakan-akan dirinya sedang menghitung jumlah kendaraan yang melewati sapuan pandangnya.

“Besok aku mau ikut lomba itu,” ucapku, memecah keheningan yang menyelimuti kami selama hampir setengah jam berlalu.

Mendengarku berbicara padanya, Ibu pun menoleh, lalu bertanya, “Besok?”

Aku menganggukkan kepalaku. “Iya, besok.”

Ibu diam. Hanya semburat senyum hangat yang aku dapatkan darinya. Tatapan matanya pun tampak berbinar. Ada kerlipan cahaya bening yang seolah ingin jatuh membasuh pipi tirusnya.

“Ada apa?” tanyaku, pelan.

 

Ibu menggelengkan kepalanya. Ia semakin melebarkan senyumnya. Kemudian, tangannya tiba-tiba mengusap puncak kepalaku yang tertutup kerudung berwarna pastel.

“Kelak, jika kamu gagal dalam mencapai tujuanmu, jangan pernah putus asa, ya?”

Aku mengangguk menanggapinya, kemudian mengulas senyum tulus padanya.

“Apa pun yang kamu ingin coba lakukan dalam hidupmu, coba saja. Jangan ragu apalagi takut. Karena tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan ini, selama kamu yakin pada diri kamu sendiri dan juga ... Allah, Sang Pencipta,” pesan Ibu, tiga tahun yang lalu.

Aku menghela napas pelan. Menatap pilu pusara yang sudah berkeramik abu-abu. Rasanya, baru kemarin aku begitu dekat dengannya. Rasanya, baru kemarin aku berbicara dan bercakap riang dengannya. Namun, siapa sangka, waktu ternyata telah banyak berlalu. Tiga tahun sudah dia pergi dari kehidupanku.

Aku mengusap sebuah novel hasil dari dukungan yang ibu berikan padaku kala itu. Sengaja aku membawa novel hasil perjuanganku selama tiga tahun ini untuk kutunjukkan pada ibu, berharap beliau melihatku dari tempat yang tak kutahu.

Dear, Cintaku. Yang telah mau mengandungku selama berpuluh-puluh minggu, yang telah mau berjuang melahirkanku dua puluh satu tahun yang lalu, yang dengan ikhlas memberikan ASI-mu padaku, dan yang telah sabar merawatku. Terima kasih untuk tujuh belas tahun lebih atas kenangan indah yang telah engkau torehkan pada memoriku kala itu.

Ibuku, tidak peduli sebanyak apa pun waktu berlalu. Tidak peduli sebanyak apa pun kenangan tentangmu terkikis oleh waktu, dan tidak peduli sebanyak apa bibirku ini memanggil ‘ibu’ pada wanita lain. Bagiku, kau adalah satu-satunya ibuku, yang mengandungku, melahirkanku, menyusuiku, dan yang paling tahu apa yang aku mau.

Ibuku, terima kasih atas pesanmu waktu itu, yang telah menjadi motto terbaik dalam hidupku. Ibuku, semoga engkau bahagia di sana.

Tiga tahun tanpamu, aku merindukanmu, Ibu.

April, 2021

TN

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Surat Rindu Untuk Ibu
Tiansetian
Novel
Sampai Jumpa Besok
Rafael Yanuar
Novel
Bronze
IN THE LIGHT OF FOUR
mahes.varaa
Flash
Ketika Doa Tak Mengubah Takdir
tita agnesti
Cerpen
Suara untuk Bintang
Aerinathic
Cerpen
Bronze
tulisan terakhirku
Faisal Susandi
Novel
Mimpi - Gadis Berkerudung Merah Muda
Imron Mochammad Alghufara
Novel
Bronze
So it begins
tirmlk
Novel
Bronze
Sulung
Puan Purnama
Novel
Bandung, Balada, dan Bait yang Pecah
Rika Ismayanti
Cerpen
BGN: Buaian Gerai Nihil
Dian Armay
Novel
Gold
KKPK Kembaran Mama
Mizan Publishing
Novel
Romi Dan Juli
angin lembah
Novel
LILA dan BADUT LEBAH
Monacino
Novel
CANON
Afina Iskandar
Rekomendasi
Flash
Surat Rindu Untuk Ibu
Tiansetian
Flash
BELL
Tiansetian
Flash
Petrichor
Tiansetian
Flash
Kartini
Tiansetian