Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pacar Bohongan
5
Suka
31,324
Dibaca

Sebelum pukul 4 sore, aku dan Yukiko sudah berada di halaman belakang Rumah Singgah Pantura milik Pak Kul. Dinamakan rumah singgah karena tarif homestay di sini cukup murah.

Saat Pak Kul menyadari keberadaanku, dia berkata girang, "Mas Erick kembali lagi! Senang sekali bisa bertemu lagi."

"Saya juga senang bisa bertemu Pak Kul lagi," kataku, sambil mengucapkan salam dan menjabat tangannya.

Aku lega karena Pak Kul ada di homestay, mengingat kunjungan kali ini tanpa pemberitahuan, sehingga aku dan Yukiko tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kunci kamar dan menaruh barang-barang kami.

"Ini pacar Mas Erick?" Pak Kul langsung bertanya begitu melihat Yukiko yang memasang senyum termanisnya.

"Iya, Pak Kul." Aku berbohong, soalnya males banget kalau terus ditanya 'mana pacarnya?' sama Pak Kul. Tidak hanya karena sering ditanya, bahkan Pak Kul sering meledekku karena statusku yang masih jomblo.

"Wah... cantiknya. Orang mana, Mbak?" tanya Pak Kul kepada Yukiko menggunakan bahasa Indonesia.

"...." Yukiko hanya menggeleng dan tersenyum karena tidak mengerti apa yang Pak Kul bicarakan.

Aku tersenyum kaku. "Dia orang Jepang, Pak Kul, tidak bisa bahasa Indonesia.

"Kalau begitu, silakan makan dulu. Setelah itu baru jalan-jalan ke pantai." Istri Pak Kul yang sedang menjemur pakaian di ujung halaman parkir tiba-tiba ikutan nimbrung.

"Terima kasih, Ibu." Aku tersenyum hangat sambil menundukkan badan.

Akhirnya, sepasang kekasih bohongan dan keluarga Pak Kul berkumpul dan makan bersama di gazebo. Bahan obrolan kami seputar kedekatanku dengan Yukiko; bagaimana awal pertemuan kami, rencana ke depan, setelah menikah ingin hidup di Jepang atau Indonesia—semuanya ditanya dengan sangat detail. Untung saja aku pintar bersandiwara dan membuat Yukiko mengikuti semua perintahku. Pak Kul dan keluarganya sangat penasaran dengan Yukiko. Namun, karena aku tidak begitu mengenal cewek Jepang itu, aku pun hanya mengatakan seperlunya, yang penting keluarga Pak Kul merasa puas.

Untung saja kunjunganku yang ke tujuh di Karimunjawa ini bersama seorang cewek. Kalau aku datang sendirian lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, entah apa yang akan terjadi padaku.

Aku tidak keberatan dan cuma mengatakan, "Mohon doanya saja."

"Iya, pasti. Semoga semuanya berjalan lancar sampai ke pelaminan, ya." Pak Kul sekeluarga berdecak kagum dan terus memberikan motivasi untuk menjalani kehidupan rumah tangga islami pada hubunganku dengan Yukiko.

Dia juga bertanya soal Jepang kepada Yukiko melaluiku. Apa yang membuat Yukiko tertarik dengan Indonesia dan aku, lalu pertanyaan-pertanyaan tidak penting lainnya. Selama setengah jam lamanya Pak Kul terus menyumbar seenaknya, tanpa memedulikanku yang mulai jengkel.

Aku masih menghadapinya dengan sopan, namun aku juga memikirkan sebenarnya bagaimana hubunganku dengan seorang Yukiko. Tidak mirip dengan hubungan sebagai teman, tapi juga bukan kekasih. Sebelum aku berhasil mendapatkan jawabannya, ada beberapa orang yang datang sambil mengendarai motor. Mereka memarkir motornya di ujung halaman belakang yang menjorok ke tepi pantai.

"Ada tamu, Pak Kul," kataku, merasa lega karena segera terbebas dari serangan pertanyaan bertubi-tubi yang Pak Kul lontarkan padaku.

"Haduh, datang di saat yang tidak tepat," keluhnya, lalu meminta maaf dan berkata, "Saya ke sana dulu ya, Mas… Mbak."

"Silakan, Pak Kul."

Setelah Pak Kul dan istrinya meninggalkan kami, aku mengajak Yukiko berkeliling menggunakan perahu kecil menuju pesisir Pantai Ujung Gelam.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
MENGETUK PINTU LANGIT YANG TERKUNCI
Herman Siem
Flash
Pacar Bohongan
Luca Scofish
Novel
AIR MATA DOA
ANNISA JAHRA
Skrip Film
SEMAPENG (SKRIP)
Rainzanov
Cerpen
Bronze
Penumpang Terakhir Malam Itu
Aulia umi halafah
Novel
Aku Tak Pernah Bersedih
zaky irsyad
Novel
Endless Origami
dedanel
Novel
Gold
Perfect Purple
Mizan Publishing
Novel
Ruang Kosong di Meja Nomor 9
Penulis N
Skrip Film
Cinta Kasih
Novia Br Sipakkar
Novel
Bronze
Hurted
Syafaria Aprilianti
Novel
Sirr
Ahmad Muamar Z.
Skrip Film
Perihal Luka dan Waktu
Marantika Rizka Prasasti
Flash
Gerbong Kereta
Lentera jingga
Cerpen
Belenggu yang Memudar Dimakan Zaman
Yutanis
Rekomendasi
Flash
Pacar Bohongan
Luca Scofish
Flash
You Are My Angel
Luca Scofish
Flash
Strategi Mengulur Tali Pancing
Luca Scofish
Flash
Big Match!!!
Luca Scofish
Flash
Ojo Cedak Kebo Gupak!
Luca Scofish
Flash
Khasiat Ikan Laut
Luca Scofish
Flash
Dokter Spesialis Kandungan
Luca Scofish
Flash
Mbak Yang Ketemu Kemarin
Luca Scofish
Flash
Teman Kampret!
Luca Scofish
Flash
Miss Beautiful Vietnam
Luca Scofish
Flash
Monopoli
Luca Scofish
Flash
Modus Nomor Telepon
Luca Scofish
Flash
Hitchhiking Diary
Luca Scofish
Flash
Ketularan Virus Corona
Luca Scofish
Novel
Dragon Eagle
Luca Scofish