Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Makan Malam
6
Suka
36,259
Dibaca

Kudengar suara mobil diparkir disambung dengan deru motor juga langkah kaki dan hentakan kuat di dekat atap, itu pasti Eros yang mendarat seenak perut.

Kurasa sudah waktunya aku menyajikan makanan. Adik-adikku tersayang sudah pulang. Jam di dinding menunjukkan pukul enam sore. Pasti mereka akan memprotes dengan suara renggekan anak kecil. Bisa saja kedua adik manisku serta dua anak kembar anak sahabat ayah itu mengatakan dan mendeklarasikan mengenai kedewasaan mereka, tetapi di mataku mereka tetap adik-adik yang harus kujaga.

Lagipula siapa lagi yang berani memperingatkan akan kebiasaan buruk mereka setelah orangtua kami pergi selamanya, selain aku. Si sulung sok tahu, Isis.

 “Argh… tidak!” Kama merapikan poni--yang selalu berubah-ubah warna--saat memasuki ruangan sambil menatap aku yang mengenakan celemek putih.

“Makan malam,” ucapku. Lalu membuka panci yang mengepul serta menaruh sepiring ayam goreng.

“Ayam goreng!” seru Freya.

Aku tidak pernah tahu bagaimana cara adik manis ini tetap langsing dengan kebiasaan hanya makan daging.

“Soto ayam.” Aku mengedarkan mangkuk berisi bihun, irisan kol, wortel, selada, tomat, telur rebus, suwiran ayam serta perkedel kentang. Aphrodite tersenyum. Menuangkan begitu banyak kecap manis.

“Bagaimana caramu memakan soto yang kini berubah menjadi sop kecap.” Gelengku pelan. Sedangkan adik bungsu hanya tersenyum menikmati suapan pertama.

Freya perlahan memindahkan sayuran ke mangkuk sebelah. Eros selalu bersedia menerima apa pun yang tidak disukai Freya, si pencinta ungu. Aku memicingkan mata.

“Sayuran tidak enak! Ayam goreng saja, perkedel dan kuah,” cenggir Freya lebar.

Aku hanya menggeleng pelan sambil berdecak. “Setidaknya habiskan tomatnya.”

Freya merenggut.

“Ayo segera dimakan.”

Kulihat Eros masih memainkan lembaran bihun, sedangkan Kama terlihat ogah-ogahan mengaduk.

“Aku belum lapar,” ucap Kama dan Eros bersamaan.

Walau keduanya berusaha untuk tidak terlihat sama, tapi kembaran ini memiliki hal-hal yang menghubungkan.

“Makanlah sedikit,” bujukku.

“Kami su--”

Kurasakan erangan pelan dari Eros. Dia pasti sedang diinjak kakinya atau disikut tulang rusuknya oleh Freya. Sekedar mengingatkan bahwa aku tidak suka penolakan.

“Kami belum lapar. Kenapa harus dipaksa makan?” tanya Kama kesal.

Sementara itu Aphro menatap pria berambut warna-warni ini cemas. Ketegangan terasa. Mungkin salahku memaksakan kehendak atas semua ini. Aku terdiam juga.

Kurasa sudah pernah kukatakan pada mereka bertahun-tahun yang lalu, ketika mereka beranjak remaja dan mulai mengerti tentang hidup. Tapi sepertinya mereka lupa.

Kutekankan bahwa makan bersama di meja makan adalah hal penting. Saat duduk bersama di meja makan, kita akan bertukar cerita. Dari satu kisah ke kisah lain. Dari satu peristiwa ke peristiwa penting lainnya. Berbagi keluh kesah. Membuat otak dan pikiran lebih lepas. Dan yang tepenting, membentuk ikatan keluarga yang selalu hangat serta penuh perhatian. Maka dari itu, jika tidak ada halangan yang begitu besar, pulanglah untuk makan malam bersama.

Aku melepaskan celemek, menatap mereka sesaat lalu berjalan keluar.

"Kak...." Freya berucap lirih.

Aku diam, melanjutkan langkahku. Sepertinya aku perlu mencari ketenangan.

Ucapku pelan, “karena aku selalu takut, suatu hari nanti, suatu saat nanti, akan tiba hari dimana tidak dapat menikmati kebersamaan di meja makan lagi bersama kalian.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Makan Malam
catzlinktristan
Flash
Bronze
PENCURI PENGLIHATAN
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Flash
Baju Pantas
Deden Darmawan
Flash
Jamila Tetanggaku 1
Writer In Box
Novel
Rayla 2.0 Side A (Catatan 2017-2019)
Rivaldi Zakie Indrayana
Flash
Bronze
Blackbird
Adhy Musaad
Cerpen
INFERNO
Rama Sudeta A
Novel
Potongan Hujan
Dyah Ayu Ratna Hapsari
Novel
Gold
Mau Minum Obat Seumur Hidup
Mizan Publishing
Flash
Menerka Rindu
Fatma Fitriani
Flash
Bronze
sepatu untuk adik
susi purwaningsih
Novel
Gold
Pangeran Kelas
Coconut Books
Skrip Film
DROP OUT
Oke Atikkana
Flash
Di Balik Jari-jari
Martha Z. ElKutuby
Cerpen
Bronze
Playboy Kelas Tuna
awanbiru
Rekomendasi
Flash
Makan Malam
catzlinktristan
Flash
Dua Karet
catzlinktristan
Flash
Temanimu Melepas Nada Masa Lalu
catzlinktristan
Novel
Air Mancur Negeri Gula
catzlinktristan