Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Menjaring Matahari
5
Suka
36,468
Dibaca

"Bunda, apakah sinar matahari itu sehangat kecupan Bunda di pagi hari?" Manda menggerak-gerakkan kedua kelopak matanya, menatap wajah ibunya dengan senyum terkembang.

Arini membalas senyuman anaknya itu, kemudian ia mendaratkan ciuman di kening seraya berjongkok di hadapan Manda. "Bisa jadi, Nak. Namun, kecuapan Bunda jauh lebih hangat dari itu."

"Lantas, warnanya seindah rambut Putri Aurora di dongeng yang kerap Bunda ceritakan itu?"

"Tentu saja, Nak. Bahkan cahaya matahari jauh lebih berkilauan dibanding itu."

"Oh, betapa inginnya aku bisa melihatnya," Manda menundukkan wajahnya. Ia mendesah.

"Sebentar lagi, Nak," bisik Arini. Ia kemudian mendorong kursi roda anaknya itu menuju pekarangan rumah. Pagi masih menguarkan aroma basah, sementara matahari masih enggan menampakkan diri.

"Benarkah, Bunda?" girang Manda. Arini mengangguk tak yakin, meski pada kenyataannya Manda tak menyadari anggukan itu.

Arini terus bergerak menuju pintu keluar. Suara ban karet kursi roda berdecit. Di hadapan mereka muncul Hartono, ayah Manda. Berdiri dalam segala kecemasan dan rasa gelisah.

Arini mendekat, meninggalkan Amanda yang tengah asyik dengan boneka pandanya di pangkuan.

"Bagaimana, Yah? Dapat?" tanya Arini lirih. Hartono menatap istrinya dalam mimik wajah murung. Kemudian lelaki itu menggeleng, putus asa.

"Jadi?" kejar Arini.

"Belum ada yang cocok. Kornea yang kemarin tak bisa dipergunakan. Rusak. Entahlah karena apa hal itu bisa terjadi," terang Hartono.

Ada embun yang luruh di sudut mata Arini. "Maafkan kami, Nak."

"Bunda, mataharinya masih bersembunyi, kan? Kok, aku nggak bisa merasakan rasa hangatnya?" Manda merentangkan tangannya. Di luar masih mendung. Matahari masih tersaput awan hitam.

Garut, 07 April 2021

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Limerence
tatiana
Flash
Menjaring Matahari
Utep Sutiana
Flash
Bronze
K A B A R...
AlifatulM
Flash
Rindu Pungguk pada Bulan
Muhammad Zein Hanafi
Novel
A Straight Rain: A Story about Their Gathering in Tokyo
Anis Maryani
Novel
Gold
KKPK Tomboy Girl
Mizan Publishing
Novel
Awal Tanpa Akhir
Ujang Nurjaman
Novel
MELANGITNYA DOA KARTINAH
Tjut Zakiyah Anshari
Flash
Hutang Fiksi
Sugiadi Azhar
Flash
SIMALAKAMA
Siti Sarah Madani
Flash
Double Chocolate Cake Girl
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Bronze
Love In Jakarta
Herman Sim
Flash
Kaktus Saguaro Tuan Oliver
Mega Yohana
Flash
Badut
SURIYANA
Skrip Film
Telepon Yang Tak Pernah Berdering
Daffa Amrullah
Rekomendasi
Novel
Bronze
NOSOCOME
Utep Sutiana
Flash
Menjaring Matahari
Utep Sutiana
Cerpen
Resonansi: Segelas Kopi dan Gerimis yang Tumpah
Utep Sutiana
Flash
Headline
Utep Sutiana
Novel
@Spooky.Co.Id
Utep Sutiana
Novel
Halte Harmony
Utep Sutiana
Novel
Petrichor dan Lelaki yang Mati Berkali-kali
Utep Sutiana
Cerpen
Shibuya: Salju yang Luruh dan Surat Wasiat Ayah
Utep Sutiana
Novel
SUNDAL
Utep Sutiana
Skrip Film
The Broken Feathers
Utep Sutiana
Flash
Headline
Utep Sutiana
Novel
Bronze
Sesunyi Denting yang Memekik Lirih
Utep Sutiana
Novel
Lelaki Bercerita: Sekumpulan Kisah
Utep Sutiana