Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pertengkaran (unfaedah) Politik
5
Suka
27,657
Dibaca

Ada dua orang pemuda idealis di depan komputer di rumahnya masing-masing. Mereka berinteraksi di bawah status Twitter calon presiden dari kelompok yang mendominasi. Percakapan mereka menarik untuk disimak karena unfaedah.

“Lebih baik penipu yang doyan kerja.”

“Kalau dua-duanya suka menipu, sama saja kita membentuk penipu di negeri kita sendiri, lagipula darimana kau tahu kalau orang yang aku pilih adalah penipu?”

“Apa kamu tak baca berita? orang yang kamu pilih bersahabat dengan penyebab bencana di muka bumi, sang kapitalis.”

“Itu bukti kalau dia pekerja keras!”

 “Dia belum ada kapasitas sebagai pemimpin kok sudah mau mencalonkan diri.”

“Bukan soal kapasitas Bung, intinya dia telah menjalankan tugas sebelumnya dengan sangat baik, dia merajai tanah berangkal batu!”

“Pada kenyataannya dia belum berhasil memerbaiki keadaan.”

“Memang belum karena tak mungkin ada hasil instan, kecuali indomie goreng. Mengatur masyarakat itu harus tahu apa yang terjadi di arus bawah, jangan-jangan jagoanmu tak pernah tahu kalau masyarakat kita masih ada yang buta huruf?”

“Dia pasti akan memberantas buta huruf, lihat di visi misinya, dia mencanangkan program pembangunan desa dari infrastruktur sampai sumber daya manusianya.”

“Okelah itu program yang bagus, tapi dia tak punya langkah konkrit Bung, dia hanya berteori. Dia juga bukan orang yang punya kapasitas sebagai pemimpin, biar saja dia tetap jadi pengusaha,”

“Dia pengusaha sukses, yang bangun ekonomi bangsa kita jadi lebih baik.”

“Dengar Bung, kita tidak hanya butuh pemikir target profit, kita butuh orang yang bersedia membuka peluang sukses bagi pemodal kecil, biar bisa bersaing di pasar bebas, pasar digital!”

“Dia sudah memikirkan itu, aku yakin ditangannya usaha-usaha kecil itu bisa dikelola menjadi berdaya saing.”

“O ya? Bukankah itu hanya kata-katamu saja? Aku tak melihat peluang itu ada padanya, nah sebaiknya Anda pikirkan ulang visi dan misinya itu!”

“Tidak perlu, sebab visi misinya sudah jelas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.”

“Tapi aku tidak melihat dia akan menjalankan langkah konkrit! Hal-hal teoretis hanya akan berhenti di tataran wacana.”

“Dia belum terpilih Bung, tentu dia masih menyembunyikan langkah-langkah konkritnya supaya tak dicontek oleh tim sukses macam kamu!”

“Kita butuh pemimpin yang handal dengan sifat-sifat ilahi dari manapun dia berasal. Aih, salah pilih pemimpin berarti bencana dihadirkan dan disebabkan oleh masyarakat itu sendiri. Bodo amat! Aku percaya pilihanku!”

Pada akhirnya mereka tetap tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh pemimpin terpilih. Mereka juga tidak akan tahu nasib seperti apa yang akhirnya akan terjadi pada mereka yang disebabkan oleh pemimpin terpilih. Semua bergantung kepada tiga hal: pemimpin terpilih, partai politik, dan kehendak semesta-yang bisa jadi milih menghancurkan negara ketimbang melihat pertengkaran unfaedah perpolitikan seperti ini. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Arsiteku
Zidane Syamsudin Noordiyanto
Novel
Mendung tak berarti hujan
Wahyuni khoerul
Novel
Bronze
Cinta di Balik Pesantren (Buku Terakhir)
Imajinasiku
Novel
Not For You, Sister.
Shabrina Hanum wajdy
Novel
Bronze
Jakarta enggak Ramah, Tapi Aku Nekat Datang
muhammad rio al fauzan
Flash
Pertengkaran (unfaedah) Politik
mutaya saroh
Cerpen
Bronze
Tujuh Puncak & Dua Priaku
Xie Nur
Cerpen
Bronze
Asa yang Merajuk
ayyy
Cerpen
Kita, Sebelum Sibuk Jadi Dewasa
Ananda Sinaga
Novel
Misleading Game
Alisya Zahra
Novel
Peti Uang
Art Fadilah
Novel
Kali Ini Tentang Aku
iyaaaku
Novel
Shafa and Love
Nursan
Flash
Terima Kasih Sudah Menjadi Istriku
Mario Matutu
Novel
Metamorfosa
Tsabit Dieni Nur H
Rekomendasi
Flash
Pertengkaran (unfaedah) Politik
mutaya saroh
Flash
One Night Stand
mutaya saroh
Flash
Sesuatu yang Tak Dimiliki Pak Guru
mutaya saroh
Flash
Glitch
mutaya saroh
Novel
Bronze
Supranatural Experience 1998
mutaya saroh
Novel
Bronze
Siapa "Aku" Sebenarnya?
mutaya saroh