Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Catatan Pembunuh
17
Suka
16,058
Dibaca

Ia berlari menjauh. Hatinya menelisik keadaan, ia bangkit dan ketakutan. Pisau telah dihujamkan berkali-kali, ia masih bisa selamat. Pagi itu ia berlari meminta pertolongan. Ia mengetuk pintu sebelah Apartemen. Kepada sahabat ia mengadu, mengungkapkan rencana pembunuhan yang telah disiapkan kawan kerja bertahun-tahun lamanya.

Pintu berdenyit wajahnya syahdu tidak karuan. Ia lantas pulang penuh kekecewaan manakala sahabat yang ia percaya selama ini tidak mau menolongnya dari ketakutan yang ia hadapi. Pagi ini, jangan berkata lagi mengenai persahabatan. Ia kembali ke Apartemen dan mengunci pintu rapat-rapat.

Matanya tertunduk lesu. matahari tidak pernah bersinar lagi. Gelap adalah kawan setia yang menemani, setidaknya sudah 5 tahun ini. Ia sudah berhari-hari mengurung diri. Ia hanya bolak-balik dari pembaringan Apartemen ke balkon. Setelah itu melamun, berpikir kosong, entah pikirannya memikirkan apa.

Ia tidak ingin makan atau minum. Ia sempat melihat teman-temannya membuat rencana perundungan untuknya sepulang bekerja. Setidaknya, saat kakinya melangkah, hatinya dipenuhi rasa takut nan was-was. Banyak rencana tak terduga yang dialami.

Teman-temannya telah membunuh jiwanya. Membiarkan jasadnya yang hidup namun hatinya tidak. Ia muak dengan banyak ejekan, diskriminasi, bahan tertawaan selama ini. Diajak bicara makin menjadi, didiamkan begitu-begitu saja. Sebetulnya, di dunia ini manusia adalah setan yang sebenarnya.

Ia masih berpikir.

Pisau itu menghujam jantungnya. Dari hari pertama hingga beratus-ratus hari dilewati, ia tak punya kawan. Sampai detik ia berdiri sendiri, menatap jalan raya dari bawah Apartemen lantai 12-nya. Ia tidak habis pikir, perantauannya ke kota menimbulkan malapetaka yang menyengsarakan.

Kepada ia yang masih menyimpan dendam, berkata kepada Tuhan tentang catatan pembunuhan, tidak ada yang lebih kejam, selain mereka yang berhasil membunuh jiwa.

Keesokan Harinya

"Ia sudah mati, ."teriak Perawat.

Ia hanya diam, matanya menatap kosong ke arah langit.

"Ia sudah tidak pernah keluar Apartemen." Teriak pemilik Apartemen pada Dokter.

Dokter berbisik kepada perawat yang sedang memperhatikan :

"Sepertinya ia sudah gila."

Selesai

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Catatan Pembunuh
Gita Oktavia
Novel
Sinner
Kim Raeneul
Novel
Lepet
Ayu Fitri Septina
Flash
Headline
Utep Sutiana
Skrip Film
Senin Malam
Nia Amelia Suhada Dalimunthe
Novel
Gold
Frankenstein
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Bisnis Maut
Novia SR
Cerpen
Bronze
Monster
Adnan Fadhil
Novel
RAVENNA
Sucy indah ramadhani
Novel
Bronze
Tali Kekang
Niiing
Flash
Bronze
Kakak
Gia Oro
Novel
Bronze
Kampung Bahagia
A.A.Pusung
Novel
Bronze
Chimera Project : The Gifted Ones
Mordekhai Von
Skrip Film
One Scary Night
Herman Siem
Novel
Orca
stillzee
Rekomendasi
Flash
Catatan Pembunuh
Gita Oktavia
Novel
Kinandita
Gita Oktavia
Flash
Hasna Jasmine
Gita Oktavia
Flash
Kama
Gita Oktavia
Novel
My Andrean
Gita Oktavia
Flash
Mangue-ku Mangrove
Gita Oktavia
Flash
Penulis yang Patah Hati
Gita Oktavia
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Novel
Nadir
Gita Oktavia
Flash
Lina Groningen
Gita Oktavia
Flash
Dosa dari Surga
Gita Oktavia
Novel
Manggala
Gita Oktavia