Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
SETENGAH PRIA SETENGAH WANITA
10
Suka
38,444
Dibaca

Merantau ke ibu kota adalah sebuah pilihan. Itulah yang sedang dilakoni oleh Rustam meski hanya berbekal ijazah tamatan SMP.

Kehidupan yang sulit dan tanpa kompromi, membuatnya harus rela menjalani apapun demi sesuap nasi. Meski harus menjadi waria yang setiap malam mangkal di terminal. Menjadi manusia jadi-jadian, pria bukan wanita bukan adalah sebuah pilihan seperti telur mata sapi. Alih-alih menjadi orang kaya, punya istri cantik, mobil mewah dan apartemen, kini Rustam harus menerima kenyataan pahit.

Terminal bus antar kota wilayah Senen, setiap malam semarak oleh berkeliarannya 'kupu-kupu' dari spesies runyam. Untuk itulah beberapa kali petugas penertiban umum di DKI Jakarta melakukan razia waria dan para pekerja seks komersial tentunya.

Dan pada malam jumat itu, kembali petugas penertiban menyisir trotoar sepanjang kompleks terminal, tempat para 'kupu-kupu' biasa bercengkrama sembari menanti pelanggan.

Setiap kali melihat mobil petugas, para 'kupu-kupu' itu akan terbang terbirit-birit mencari keselamatan, tak terkecuali Rustam. Ada yang larimembaur dengan para pedagang sambil berlagak menjaga warung, ada juga yang menyelinap ke kalangan tukang becak dan ojek, ada pula yang nyebur ke selokan, bahkan ada yang nekat lari menyusup ke semak-semak yang gelap.

Di antara para petugas, Pak Purwanto memang yang paling sering sukses menangkap 'kupu-kupu'. Tetapi malam itu dia baru mendapat satu orang untuk digiring ke mobil petugas. Buru-buru sang 'kupu-kupu' dipersilahkan naik ke mobil, karena Pak Purwanto kebetulan sedang tidak kuasa untuk menahan 'pipis'. Sialnya, si waria itu, yang melihat kesempatan terbuka langsung kabur.

Daripada pusing memikirkan tangkapan yang lolos, dia bergegas ke semak untuk buang air kecil. Namun apa yang terjadi, baru saja selesai buang air kecil, terdengar suara pekikan dari dalam semak.

"Tolong.. tolong... ampun pak, saya menyerah!" teriak Rustam dengan rambut dan baju basah kuyub.

Pak Purwanto buru-buru mengatupkan ristleting dan berdiri terperangah.

"Lho, kamu kan yang tadi kutangkap tapi kabur itu ya... !" serunya.

Kali ini Rustam tak berkutik dan tak berani kabur lagi. Mungkin malam jumat ini adalah malam yang naas bagi Rustam, harus rela mandi dengan air keramat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Aislinn
Nurul Khotimah
Novel
Sebait Rindu untuk Ibu Guru
Kandil Sukma Ayu
Novel
Bronze
Aero school
Rain Dandelion
Skrip Film
BRAJA PUSAKA LANGIT
Altrada Aryo Istiyantho
Flash
SETENGAH PRIA SETENGAH WANITA
DENI WIJAYA
Flash
Dua Puluh Anak
Aprillia Ramadhina
Flash
Bronze
Cincin di laci sebelah
Okhie vellino erianto
Flash
Bronze
Pulang
Rere Valencia
Cerpen
Selepas Badai
Ferry Herlambang
Novel
FaThin
Nurusifah Fauziah
Novel
DANUM
Abroorza Ahmad Yusra
Flash
Di Antara Altar dan Mimbar
Rahmi Azzura
Flash
Bronze
Gugur Diambil Langit
Silvarani
Cerpen
Last Call dan Hantu Masa Lalu
Risna Dabliyuti
Novel
Bronze
KUCOBA MELAWAN TAKDIR
Senja
Rekomendasi
Flash
SETENGAH PRIA SETENGAH WANITA
DENI WIJAYA
Flash
RUMAH BARU DI SURGA
DENI WIJAYA
Novel
Menunggu Di Bandara El Tari
DENI WIJAYA
Novel
MOHM PATH : gadis kecil yang tidak bisa menangis
DENI WIJAYA
Flash
CATATAN JURNALIS DARI KAMBOJA
DENI WIJAYA
Flash
50 RIYAL
DENI WIJAYA
Flash
MENDADAK TERKENAL
DENI WIJAYA
Flash
TUAN HAJI MURAD
DENI WIJAYA
Flash
LONCENG KEMATIAN
DENI WIJAYA
Flash
DAUN JATI BERBISIK
DENI WIJAYA
Flash
MENANTIMU DI STASIUN SOLO BALAPAN
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
9 SKALA RICHTER
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
TRIAD
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
DAUN JATI BERBISIK
DENI WIJAYA
Cerpen
Surat Kecil Dari Kamboja
DENI WIJAYA