Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Sembilan Ribu Bintang
7
Suka
30,714
Dibaca

Pukul dua dini Kardiovas bangun dari tidurnya dan segera memerika ponselnya, apakah anaknya ada menjawab pesan WA-nya yang dikirimkan sebelum dia tidur. Ternyata sama sekali tidak dibalas, meskipun sudah dibacanya.

Dari ibu booking bis di Pontianak diberitahu jika anaknya pulang naik bis mereka. Itulah sebabnya Kardiovas mengirim pesan WA agar anaknya memberitahu jika sudah sampai, agar dia bisa menjemputnya. Tetapi anaknya ini memang agak-agak konslet, dia nyaris tidak pernah menjawab pesan WA atau mengangkat telpon orangtuanya.

Karena pesan WA tidak dibalas, maka Kardiovas memutuskan untuk turun menjemput pada pukul 02.30 saja, karena kebiasaannya bis dari Pontianak datang pada pukul 3 subuh.

Kelainan anaknya ini disebabkan berbagai hal. Ketika Kardiovas merehap rumah mereka sewaktu anaknya ini masih SMP, dia terjatuh dari tingkat dua dan kepalanya menimpa meja di lantai bawah. Itu gara-gara dia tergelincir mengambil mainannya di sana.

Yang kedua, pada waktu tahun awal kuliahnya, dia terpengaruh kawan-kawannya mengkonsumsi minuman keras yang dioplos dengan Baygon dan lainnya. Selain itu juga dia terpapar paham bangsa Eropa yang sudah banyak tidak percaya lagi pada Tuhan.

Kardiovas sampai di terminal pukul 2.45’ dan duduk menunggu di sana. Sudah ada tiga buah bis yang sampai, tetapi bis yang dinaiki oleh anaknya belum kelihatan. Dia lalu duduk agak menjauh dari yang lainnya, karena ada 27 pengojek yang sedang duduk menunggu bis datang. Tetapi semuanya sedang menikmati rokok mereka dan tidak ada satupun yang memakai masker. Sementara Kardiovas tidak tahan dengan asap rokok, apa lagi subuh-subuh begini.

Selain itu, kelakuan mereka yang tidak mengenakan masker juga sesuatu yang sangat berbahaya di saat pandemi Covid-19 saat ini. Karena kita tidak tahu siapa yang OTG, sehingga rawan terinfeksi.

Para pengojek itu ramai bercerita dan bercengkerama sambil menunggu kedatangan sekitar dua puluh buah bis lagi. Salah seorang terdengar suaranya lebih dominan dan kebanyakan mereka yang lain menyimak dia.

“Memang Doel Sumbang itu pintar, lagu-lagunya laris manis di pasaran.” Terdengar salah satu ceritanya yang membuat para pengojek yang lain semakin memperhatikan dirinya.

“Dari mana kamu tahu dia pintar?” tanya salah satu dari mereka penasaran.

“Coba kamu dengar salah satu lagunya. Sembilan Ribu Bintang,” jawabnya menjelaskan sambil memberi contoh dari salah satu lagu Doel Sumbang. “Dia sudah tahu ada sembilan ribu bintang di langit, sementara NASA saja belum tahu.” Tambahnya lagi.

“Oooh,” seru yang lainnya kagum.

Sehingga membuat Kardiovas yang tanpa sengaja ikut mendengarnya tersenyum sendiri. Sungguh kasian bangsaku, jika taraf pemikirannya cuma segini. Padahal sejauh yang diketahui, di alam semesta ini ada lebih dari 2 triliun Galaksi. Sementara di dalam setiap Galaksi itu diperkirakan minimal terdapat 100 milyar bintang. Jadi ada sekitar 200 sekstiliun bintang, bukan sembilan ribu bintang.

Tidak lama kemudian bis yang ditunggu pun datang. Kardiovas menunggu para penumpangnya turun dari dalam bis selama beberapa menit. Orang terakhir yang turun adalah anaknya. Awalnya dia menolak Kardiovas, mungkin dikiranya tukang ojek. Tapi akhirnya dia terkejut sendiri melihat ayahnya menjemputnya.

Inilah yang ditakutkan oleh Kardiovas, karena anaknya tidak akan mau naik ojek. Dia sanggup berjalan kaki sejauh enam kilometer untuk pulang ke rumah. Kardiovas berharap otak konsletnya suatu saat sembuh.

 

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kita yang Saling Ingkar
Zuyaa
Flash
I DONT KNOW
Alviona Himayatunisa
Flash
Sembilan Ribu Bintang
Yovinus
Flash
Bronze
Pelukan Tahanan
Silvarani
Novel
DOSEN SASTRA INGGRISKU
Ana Gustiana
Flash
Selamanya 24 di 24 November
Sekar Kinanthi
Cerpen
Pohon Sejodoh
renny yulia
Cerpen
Bronze
Merah Putih, Satu Hati , Satu Desa
muhamad jumari
Novel
Gold
Friends with Bittersweet Love
Falcon Publishing
Novel
Kesempatan Kedua
Rafael Yanuar
Flash
Bronze
Love In Jakarta
Herman Siem
Cerpen
Bronze
Penebusan Dosa Kucing
Utopis H
Skrip Film
JANJI RIO
ranti ris
Flash
Bronze
Penghuni Sebelumku (Membicarakan Adam 12)
Silvarani
Flash
Stairway To Heaven
Ika nurpitasari
Rekomendasi
Flash
Sembilan Ribu Bintang
Yovinus
Cerpen
Bronze
Jika Miskin, Meski Saudara Tidak Akan Kasihan
Yovinus
Flash
Tempat Cuci Piring
Yovinus
Cerpen
Guru Honorer Gaji 300k Menghadapi Hidup
Yovinus
Cerpen
Klitsco vs Ras Terkuat
Yovinus
Flash
Kalah Main Gaplek
Yovinus
Novel
Satu Hati Dua Cinta
Yovinus
Flash
Bronze
Tukang Emas Jadi Developer
Yovinus
Cerpen
Bronze
Pilkada Tanpa Pilihan
Yovinus
Cerpen
Bronze
Kokoliko, Indonesia-Australia: Demi Hidup Yang Lebih Baik
Yovinus
Novel
Kucing Iblis
Yovinus
Cerpen
Bronze
Janji Manis Penguasa dan Caleg
Yovinus
Cerpen
Pengorbanan Tanpa Batas Sang Ayah
Yovinus
Cerpen
Ironi Kehidupan Ras Terkuat Di Muka Bumi
Yovinus
Flash
Bronze
Melahirkan Di Motor Bandung
Yovinus